Minggu, 27 Desember 2020

KEGIATAN DONASI BAGI WARGA YOGYAKARTA TERDAMPAK COVID-19

COVID-19 menyebabkan roda perekonomian di seluruh dunia seketika mati.  Salah satu negara yang terdampak adalah Indonesia yang menyebabkan beberapa industri mati karena tidak ada pemasukan dan menyebabkan mereka harus mengurangi sebagian pekerja untuk dirumahkan karena tidak sanggup memberikan upah dan bahkan orang-orang yang tak memiliki pekerjaan pun juga ikut terkena dampaknya sehingga mereka tidak dapat mencukupi kebutuhan mereka karena tidak ada pemasukan.  Pada masa seperti ini, mereka sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah dan orang-orang yang mau memberikan bantuan kepada mereka.

Semenjak virus corona mulai menjadi pandemi di Indonesia pada awal tahun 2020, telah cukup banyak instansi yang memberikan bantuan kepada orang-orang yang terkena dampak COVID-19 secara langsung guna mencukupi kebutuhan mereka.  BPW V FKKMI melalui bidang Riset dan Pengembangan bekerja sama dengan Himpunan Koperasi Mahasiswa Yogyakarta mengadakan penggalangan dana untuk masyarakat Yogyakarta yang terkena dampak pandemi COVID-19.  Kegiatan penggalangan dana ini dimulai pada tanggal 10 Juni sampai 10 Juli diawali dengan pengumpulan dana dari masyarakat dan terkumpul dana sebanyak Rp1.508.100,00.

Pendistribusian dilakukan oleh teman-teman dari kopma di Yogyakarta yang sedang tinggal di Yogyakarta yang telah mengikuti open recruitment relawan donasi.  Proses perekrutan relawan donasi dilakukan secara daring dimulai dari pendaftaran pada tanggal 15 sampai 25 Juni 2020 kemudian dilakukan wawancara pada tanggal 27 sampai 29 Juni 2020 dan diumumkan pada tanggal 30 Juni 2020.  Setelah semua relawan terkumpul kemudian dilakukan survei ke tempat-tempat di Yogyakarta yang memungkinkan untuk distribusi donasi oleh relawan yang tinggal di Yogyakarta dan sekitarnya.  Setelah survei kemudian dilakukan seleksi tempat dan telah ditentukan yakni berada di empat titik yaitu jalan Kaliurang, jalan Gejayan, Jombor dan Kulon progo.  Mendekati hari pendistribusian relawan mempersiapkan segala keperluan untuk distribusi donasi dan membelanjakan uang donasi ke dalam bentuk sembako, 40 masker dan 40 handsanitizer.  Tepat ditanggal 12 Juli 2020 relawan distribusi berkumpul di Rumah Anggota KOPMA UNY untuk dilakukan koordinasi dan pemberangkatan relawan ke empat titik yang telah ditentukan sebelumnya.

Pandemi COVID-19 ini menjadi ajang bagi semua orang di seluruh dunia untuk saling berbagi dan saling menguatkan kepada sesama kita yang tengah membutuhkannya.  menjadi sebuah harapan tersendiri untuk kedepannya agar nilai-nilai seperti ini terus diamalkan sekalipun pandemi COVID-19 yang melanda dunia ini telah reda.

NANTI KITA CERITA TENTANG KOPMA HARI INI #1 (NKCTKHI #1)

Pandemi Corona Virus Desease 19 (COVID 19) yang menyerang seluruh negara di dunia termasuk Indonesia telah merubah banyak hal salah satunya adalah kegiatan secara fisik diluar rumah.  Peraturan pemerintah yang meminta seluruh warga nya untuk melakukan seluruh kegiatan dari rumah seperti bekerja, melaksanakan pendidikan formal dan juga kegiatan organisasi yakni koperasi mahasiswa (Kopma) yang merupakan organisasi mahasiswa di kampus juga merasakan dampak akibat pandemi yang menyebabkan kegiatan usaha dan kegiatan anggota yang sudah direncanakan selama satu periode terpaksa harus terhenti namun tidak lama karena beberapa ada yang mampu melaksanakan kegiatannya berbasis dalam jaringan (daring) baik itu kegiatan untuk anggota maupun kegiatan usaha.

Permasalahan yang dihadapi oleh semua kopma di Indonesia terkhusus di Daerah Istimewa Yogyakarta mengenai pengadaan kegiatan saat pandemi merupakan permasalahan yang cukup serius.  Pasalnya, eksistensi suatu organisasi salah satunya dilihat dari seberapa aktif mereka mengadakan kegiatan.

Untuk itu, BPW V FKKMI DIY mengadakan sebuah kegiatan forum bernama Nanti Kita Cerita Tentang Kopma Hari Ini #1 (NKCTKHI #1) dengan mengusung tema “Revolusi Generasi Millenial Demi Terwujudnya Pemimpin Berkualitas” yang dibawakan oleh Lizaldi Chandra sebagai staff advokasi BPW V FKKMI DIY tahun 2020. Kegiatan tersebut diadakan secara daring melalui teleconference Zoom pada hari Sabtu tanggal 6 Juni 2020 pukul 08.30 WIB.  Acara tersebut dihadiri ketua umum dan calon ketua umum oleh semua kopma anggota BPW V FKKMI DIY.

Pada pemaparan yang disampaikan, Lizaldi Chandra menjelaskan tentang diperlukannya transformasi pemimpin dan bagaimana mengimplementasikannya serta upaya agar berjalan produktif.  Tak lupa tips bagaimana hal tersebut dilakukan pada saat pandemi Covid-19.  Peserta yang hadir begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut terlihat dari respon peserta memberikan pertanyaan kepada pemateri dan juga ada nya diskusi yang dilakukan oleh peserta yang membahas tentang kegiatan usaha dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dikala pandemi.

Pemimpin dalam suatu organisasi sangat dibutuhkan karena dia menjadi sentral bagi para bawahannya dalam menghadapi berbagai macam permasalahan yang ada didalam suatu organisasi agar dapat bertahan.

FOCUS GROUP DISCUSSION BIDANG USAHA KOPMA

 Suatu organisasi setiap saat selalu menghadapi berbagai macam masalah. Baik masalah dari dalam organisasi itu sendiri maupun masalah yang datang dari luar organisasi serta tingkatan masalah mulai dari yang ringan hingga yang sulit pada akhirnya dapat dilalui oleh sebuah organisasi agar bisa bertahan dan tetap eksis.

Sejak awal diumumkan adanya pandemi COVID-19 di Indoneisa,  pemerintah mulai menganjurkan untuk melakukan segala aktivitas di rumah termasuk salah satunya adalah bekerja atau sekolah dari rumah.  Hal tersebut menyebabkan semua kampus di Indonesia harus menerapkan sistem berbasis dalam jaringan (daring) dan mengakibatkan kegiatan organisasi mahasiswa terhenti termasuk koperasi mahasiswa (kopma) yang memiliki kegiatan rutin menjalankan usaha.  Adanya hambatan tersebut mengakibatkan adanya penurunan omset serta kerugian.  Beberapa kopma terpaksa tutup karena berada didalam wilayah kampus dan hanya memiliki konsumen yakni masyarakat kampus itu sendiri.  Namun masih ada yang sanggup untuk terus melanjutkan kegiatan usahanya karena telah memiliki jangkauan pasar yang luas.

Bidang Pelatihan dan Pendidikan BPW V FKKMI DIY telah mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Bidang Usaha dengan tema “Strategi Bisnis Melawan Krisis Pandemi COVID-19” yang diadakan sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi antara BPW V FKKMI DIY dengan kopma anggota serta komunikasi sesama pengurus bidang usaha kopma di DIY yang membahas terkait kegiatan usaha dikala pandemi COVID-19 masih bersemayam di Indonesia.  Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2020 pukul 09.30 WIB secara daring melalui Google Meet dengan mendatangkan pemateri yakni Wahyu Tri Atmojo yang berprofesi sebagai Konsultan di PLUT DIY dan CEO WahyuDSLR.

Dari paparan materi yang disampaikan oleh mas Wahyu adalah pada intinya, saat ini kopma dan UKM hanya memiliki dua pilihan yaitu menunggu sampai keadaan normal kembali atau beralih ke usaha yang berbasis digital atau online.  Semakin canggihnya teknologi komunikasi dan informasi yang memudahkan segala urusan manusia termasuk kegiatan bisnis atau usaha secara digital seharusnya dapat dimanfaatkan oleh teman-teman dari kopma di DIY.  Mungkin ada beberapa yang belum siap untuk beralih ke usaha digital karena berbagai macam alasan namun apabila tidak dipersiapkan dari sekarang, kapan lagi usaha kopma dapat berkembang dan bisa terbiasa menjalankan usaha secara digital.  Pandemi COVID-19 mengajarkan semua manusia untuk bisa segera beradaptasi agar dapat bertahan hidup.

Rabu, 15 April 2020

Upgrading BPW V FKKMI 2020



Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

BPW V FKKMI DIY pada tanggal 14-15 Maret 2020 melaksanakan kegiatan Upgrading yang bertempat di Joglo Salak terletak di Daren Kidul, Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman.  Tujuan dari kegiatan Upgrading ini adalah untuk membekali pengurus BPW V FKKMI DIY yang baru saja dilantik dengan ilmu yang berkaitan dengan keorganisasian.  Rombongan berangkat dari Universitas Teknologi Yogyakarta kampus 1 dan juga dari tempat tinggal masing-masing pukul 12.30 WIB menuju Joglo Salak.

Acara dimulai pada hari Sabtu, 14 Maret 2020 pukul 15.30 WIB dengan diisi materi I mengenai Manajemen Konflik oleh Ika Rizky Fauziah Abdullah mahasiswi Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada yang aktif di BPW V FKKMI DIY pada tahun 2018 sebagai sekretaris dan juga Ketua Umum Koperasi Kopma UGM tahun 2019.  Dilanjutkan dengan materi II pada pukul 17.00 WIB mengenai Komunikasi dan Negosiasi oleh Nofita Ngaisaroh yang merupakan alumni dari program studi Akuntansi Universutas Gadjah Mada.  Dia juga aktif di BPW V FKKMI DIY pada tahun 2017 sebagai staf bidang Fasilitasi dan juga aktif sebagai Huger Koperasi Kopma UGM pada tahun 2015-2016.  Kemudian dilanjutkan acara Sharing Session bersama alumni BPW V FKKMI DIY mengenai sejarah FKKMI dan yang terakhir dilanjut dengan acara malam keakraban.

Kegiatan Upgrading dilanjutkan di hari Minggu 15 Maret 2020 pukul 05.30 WIB dengan kegiatan senam pagi dan juga outbond yang berlangsung hingga mendekati waktu sholat dhuhur.  Kegiatan dilanjutkan dengan bersih-bersih, ISHOMA, tukar kado silang serta sedikit sosialisasi mengenai seragam pengurus, iuran rutin dan kegiatan rapat rutin dan terakhir adalah persiapan pulang meninggalkan Joglo Salak.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Link Youtube : https://youtu.be/OSMpLM3QNJY

Audiensi ke Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman

 
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pada hari Jumat, 13 Maret 2020 BPW V FKKMI DIY telah mengadakan audiensi ke Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sleman (Dinkop UKM Kab. Sleman).  Kegiatan audiensi ini merupakan kegiatan kunjungan ke Dinas Koperasi yang pertama di kepengurusan tahun 2020 dan diikuti oleh sebagian pengurus dari BPW V FKKMI DIY yang dapat hadir pada saat itu.

Kegiatan audiensi ini dibersamai oleh bapak Sukarjo dari Dinas koperasi dan UKM Kabupaten Sleman.  Dalam kegiatan audiensi kali ini membahas mengenai perkembangan koperasi di Sleman hingga saat ini, tugas Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman yang menaungi sebanyak kurang lebih 410 koperasi dan UKM yang ada di Kabupaten Sleman itu sendiri serta peran BPW V FKKMI DIY sebagai wadah aspirasi Koperasi Mahasiswa yang ada di wilayah DIY sendiri.  Beberapa koperasi di Kabupaten Sleman sendiri memiliki permasalahan diantaranya masalah usaha yang dijalankan oleh beberapa koperasi karena hanya menjalankan simpan pinjam saja, kurangnya minat berkoperasi dari masyarakat, serta jati diri kopma itu sendiri sebagai badan hukum dan UKM.  

Dari permaslahan tersebut, muncullah beberapa gagasan yang diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan koperasi di Sleman yakni diantaranya fokus pada pendidikan dan pelatihan kepada anggota koperasi terutama koperasi siswa yang ada di sekolah-sekolah di Sleman, mendorong koperasi untuk tidak hanya fokus di simpan pinjam saja namun di usaha sektor realnya serta meningkatkan kesepemahaman antara kopma dengan rektorat.  Dan harapan kedepannya adalah, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman sebagai fasilitator koperasi-koperasi yang ada di wilayah Sleman diharapkan dapat memberikan pelatihan untuk pengurus kopma. 

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Link youtube : https://youtu.be/07VoN0y7sg0