Minggu, 27 Maret 2022

PELANTIKAN DAN SERAH TERIMA JABATAN BPW V FKKMI 2022

 


Sabtu, 05 Maret 2022 telah dilaksanakannya pelantikan kepengurusan baru periode 2022/2023 dan SERTIJAB (Serah Terima Jabatan) Badan Pengurus Wilayah V Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (BPW V FKKMI DIY). Kegiatan pelantikan dan serah terima jabatan kali ini dilaksanakan di Griya UMKM yang beralamatkan di Jl. Taman Siswa No. 39 Wirogunan, Kec. Mergangsan, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Acara pelantikan dan sertijab ini dilaksanakan mulai pukul 08.30 WIB secara luring. Namun, dikarenakan ada beberapa kendala, akhirnya acara dimulai 45 menit kemudian atau tepatnya pukul 09.15. Serangkaian acara dilaksanakan secara khidmat dan lancar. Acara dimulai dari menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan acara inti yaitu pelantikan dan serah terima jabatan dari pengurus periode sebelumnya kepada pengurus baru 2022. Acara ini dihadiri oleh Septiana Pratiwi selaku ketua umum Badan Pengurus Pusat FKKMI.

Perpindahan estafet kepemimpinan BPW V FKKMI DIY dari Koordinator Wilayah lama Vina Nurfadzilah kepada Muhammad Irsyad sebagai Koordinator Wilayah periode 2022 yang terpilih pada Musyawarah Wilayah pada tanggal 7-8 Januari 2022 bertempat di kantor Dinas Koperasi dan UMKM DIY. Total kepengurusan periode ini sebanyak 32 orang. 

Harapan Koordinator Wilayah beserta jajaran pengurus BPW V FKKMI DIY untuk keberlangsungan hidup Koperasi Mahasiswa yang ada di Yogyakarta adalah memajukan dan meningkatkan forum komunikasi bagi kopma - kopma di Yogyakarta.  

BRAVO KOPMA!

Selasa, 21 Desember 2021

Kunjungan Dinas Koperasi UKM Kota Yogyakarta


FKKMI pada hari selasa, 07 Desember 2021 yang lalu telah melaksanakan kunjungan ke dinas Koperasi UKM kota Yogyakarta. Adapun diskusi yang disampaikan ketika pertemuan berupa pembahasan mengenai koperasi modern. Selain itu saat ini dinas koperasi sedang memikirkan juga cara bagaimana agar koperasi dapat menarik bagi mahasiswa di kampus. Adapun beberapa upaya yang dapat dilakukan diantaranya dengan melakukan terlebih dahulu mengenai koperasi, selain itu di era modern saat ini aplikasi juga dapat dimanfaatkan untuk dapat mencapai tujuan memperkenalkan kopma tersebut dengan konten-konten yang menarik.  


Dinas koperasi UKM kota Yogyakarta menyampaikan juga kepada FKKMI untuk dapat memberikan manfaat untuk koperasi yang ada di DIY. Dimulai dari sumber daya manusia pengelolaannya dapat dilakukan dengan membuat portofolio yang baik agar dapat menjadi ketertarikan untuk koperasi. Dari sisi usaha sendiri koperasi perlu memikirkan bagaimana cara untuk mensejahterakan kopmanya. Adapun bagian perhitungan akuntansi dapat dilakukan dengan melakukan pelatihan FGD dengan dinas kota atau dapa bersurat ke dinas koperasi kota Yogyakarta.



 

Rabu, 17 November 2021

Sejarah Koperasi di Indonesia

Koperasi pertama kali diperkenalkan oleh seorang berkebangsaan Skotlandia, yang bernama Robert Owen (1771-1858). Setelah koperasi berkembang dan diterapkan di beberapa Negara-negara eropa. Koperasi pun mulai masuk dan berkembang di Indonesia.

Di Indonesia koperasi mulai diperkenalkan oleh Patih R.Aria Wiria Atmaja pada tahun 1896, dengan melihat banyaknya para pegawai negeri yang tersiksa dan menderita akibat bunga yang terlalu tinggi dari rentenir yang memberikan pinjaman uang. Melihat penderitaan tersebut Patih R.Aria Wiria Atmaja lalu mendirikan Bank untuk para pegawai negeri, beliau mengadopsi sistem serupa dengan yang ada di jerman yakni mendirikan koperasi kredit. Beliau berniat membantu orang-orang agar tidak lagi berurusan dengan rentenir yang pasti akan memberikan bunga yang tinggi.

seorang asisten residen Belanda bernama De Wolffvan Westerrode, merespon tindakan Patih R.Aria Wiria, sewaktu mengunjungi Jerman De Wolffvan Westerrode menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian.

Setelah itu koperasi mulai cepat berkembang di Indonesia, hal ini juga didorong sifat orang-orang Indonesia yang cenderung bergotong royong dan kekeluargaan sesuai dengan prinsip koperasi. Bahkan untuk mengantisipasi perkembangan ekonomi yang berkembang pesat pemerintahan Hindia-Belanda pada saat itu mengeluarkan peraturan perundangan tentang perkoperasian. Pertama, diterbitkan Peraturan Perkumpulan Koperasi No. 43, Tahun 1915, lalu pada tahun 1927 dikeluarkan pula Peraturan No. 91, Tahun 1927, yang mengatur Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi bagi golongan Bumiputra. Pada tahun 1933, Pemerintah Hindia-Belanda menetapkan Peraturan Umum Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi No. 21, Tahun 1933. Peraturan tahun 1933 itu, hanya diberlakukan bagi golongan yang tunduk kepada tatanan hukum Barat, sedangkan Peraturan tahun 1927, berlaku bagi golongan Bumiputra.

Setelah pemerintahan Hindia-belanda menunjukkan sikap diskriminasi dalam peraturan yang dibuatnya. Pada tahun 1908 Dr. Sutomo yang merupakan pendiri dari Boedi Utomo memberikan peranannya bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kondisi kehidupan rakyat.

Serikat Dagang Islam (SDI) 1927, Dibentuk bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusaha-pengusaha pribumi. Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.

Setelah jepang berhasil menguasai sebagian besar daerah asia, termasuk Indonesia, sistem pemerintahan pun berpindah tangan dari pemerintahan Hindia-Belanda ke pemerintahan Jepang. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai, namun hal ini hanya dimanfaatkan Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.Sekaligus membentuk Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) yang berkedudukan di Tasikmalaya.

Lalu kita mengenal Moh. Hatta sebagai bapak koperasi. Beliau mengusulkan didirikannya 3 macam koperasi :

Pertama, adalah koperasi konsumsi yang terutama melayani kebutuhan kaum buruh dan pegawai.

Kedua, adalah koperasi produksi yang merupakan wadah kaum petani (termasuk peternak atau nelayan).

Ketiga, adalah koperasi kredit yang melayani pedagang kecil dan pengusaha kecil guna memenuhi kebutuhan modal.

Bung Hatta mengatakan bahwa tujuan koperasi yang sebenarnya bukan mencari laba atau keuntungan, namun bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bersama anggota koperasi

Sumber Referensi:

https://www.diskup.kapuashulukab.go.id/sejarah-koperasi/


Sabtu, 13 November 2021

Mengenal Prinsip-Prinsip Koperasi

1.  Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka.

Maksudnya setiap keanggotaan / anggota secara sukarela memberikan modalnya sendiri-sendiri untuk digabungkan sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan keanggotaan bersifat terbuka maksudnya terbuka untuk siapa saja yang mau menjadi anggota koperasi tersebut.


2. Pengelolaan dilakukan secara demokrasi.

Karena setiap keanggotaan koperasi bebas berpendapat, tetapi yang dimaksud bebas berpendapat harus memakai aturan yang jelas berdasarkan prinsip koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat berdasarkan asas kekeluargaan demi mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.


3. Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota.

Maksudnya setiap hasil usaha (SHU) adalahjasa dari masing-masing anggota dan modal dari masing-masing anggota ,jadi pembagian SHU setiap anggota harus dibayar secara tunai karena disini setiap anggota adalah investor atas jasa modal,selain investor anggota koperasi adalah pemilik jasa sebagai pemakai /pelanggan. SHU juga merupakan hak dari setiap anggota koperasi.


4.Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.

Pembelian balas jasa di dalam anggota koperasi terbatas oleh besarnya modal yang tersedia. Apabila modal sedikit pembelian balas jasanya juga sedikit dan begitu juga sebaliknya, jadi dilihat dari besar-kecilnya modal anggota itu sendiri.


5. Kemandirian.

Maksudnya setiap anggota mempunyai peran, tugas dan tanggung jawab masing-masing atas setiap usaha itu sendiri, selain itu anggota koperasi dituntut berperan secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas dan bisa mengelola koperasi dan usaha itu sendiri.


6. Pendidikan perkoperasiaan

Maksudnya pendidikan perkoperasiaan memberikan bekal kemampuan bekerja setelah mereka terjun dalam masyarakat karena manusia disamping sebagai makhluk sosial juga sebagai makhluk individu, dan melalui usaha-usaha pendidikan perkoperasian dan partisipasi anggota sangat dihargai dan dianjurkan dalam berkehidupan koperasi, selain itu juga melalui pendidikan perkoperasiaan setiap orang dapat memenuhi kebutuhannya masing-masing.


7. Kerjasama antar koperasi.

Maksudnya adanya hubungan kerjasama antar koperasi satu dengan koperasi lainnya untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama dan dengan adanya kerjasama antar koperasi dapat mewujudkan kesejahteraan koperasi tersebut 

Sabtu, 14 Agustus 2021

FGD USAHA

FKKMI pada hari sabtu tanggal 31, Juli 2021 lalu sukses melaksanakan kegiatan FGD usaha dengan tema “Bangkiatkan semangat, ciptakan peluang bisnis bagi generasi milenial.” Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak diskusi mengenai perkembangan bidang usaha dari masing-masing KOPMA yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. 


Tidak hanya mengajak KOPMA di DIY saja, FKKMI juga menghadirkan bapak Bayu Bharotodiasto selaku pemateri pada kegiatan FGD usaha hari itu. Acara dimulai pukul 09.00 dengan diawali penyampaian materi dari pembicara. Adapun yang disampaikan bapak Bayu adalah hal-hal seperti dampak covid dalam menjalankan usaha saat ini hingga kiat dalam memulai bisnis. 


Setelah pembicara selesai menyampaikan materinya, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi antar KOPMA mengenai studi kasus dimana dibentuk beberapa kelompok dan masing-masing kelompok akan memaparkan hasil diskusinya diakhir waktu.


Kegiatan diskusi ini selesai sekitar pukul satu siang. Semoga sengan diadakan kegiatan ini hubungan antar KOPMA bisa lebih erat serta memberikan inspirasi mengenai usaha khususnya dalam perkoperasian.




 






Selasa, 06 Juli 2021

Mengenal Rapat Anggota Tahunan Lebih Dekat

Rapat Anggota Tahunan (RAT) adalah forum tertinggi bagi suatu koperasi. Pelaksanaan RAT ini dilakukan setiap tahun di akhir periode dalam rangka membahas laporan pertanggungjawaban Ketua Umum pengurus-pengawas, AD/ART, GBPK, RAPBK, dan pemilihan Ketua Umum, Kepala Bidang, serta Pengawas. Berikut inilah penjelasan singkat tentang apa yang dibahas di dalam RAT.

Lembar Pertanggungjawaban

Membahas tentang pertanggungjawaban pengurus selama satu periode dari masing-masing bidang termasuk Ketua Umum dan pengawas mulai dari program kerja, kendala, dana yang terpakai dan sebagainya.

Anggaran Dasar (AD)

Keseluruhan aturan umum yang meliputi pengaturan secara langsung kehidupan organisasi dan hubungan organisasi dengan anggotanya agar tercipta ketertiban organisasi. AD memuat ketentuan-ketentuan pokok yang merupakan dasar bagi tata kehidupan organisasi. Ketentuan dalam AD digunakan sebagai acuan dalam membuat peraturan-peraturan organisasi secara lebih khusus. AD sebagai pondasi yang mengikat dan mengatur anggota untuk bekerja sama dalam melakukan kegiatan organisasi.

Anggaran Rumah Tangga (ART)

Himpunan peraturan yang mengatur urusan rumah tangga sehari-hari, yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari AD. 

Garis Besar Program Kerja (GBPK)

Membahas tentang tugas fungsi wewenang setiap bidang, yang nanti kemungkinan dapat berubah. Tujuan jangka Panjang dan pendek dan rekomendasi tiap-tiap bidang yang nantinya berdasarkan hal tersebut teman-teman pengurus periode selanjutnya membentuk proker yang akan dilaksanakan pada periode tersebut. 

Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Koperasi (RAPBK)

Membahas tentang anggaran belanja yang nantinya akan dipakai setiap bidang untuk menjalankan setiap prokernya dan juga anggaran pendapatan untuk periode selanjutnya dari bidang usaha (berjualan) dan bidang keuangan (simpanan). 












SOLASI: Solidkan Tali Silaturahmi

FKKMI memiliki bidang Komunikasi yang memiliki salah satu program kerja yaitu Solidkan Tali Silaturahmi atau yang bisa disebut “SOLASI” dan tahun ini mengangkat tema “Eratkan Silaturahmi Tingkatkan Komunikasi Demi Terwujudnya Pengurus yang Sinergi”.  Harapan dari adanya kegiatan ini adalah terciptanya jiwa kekeluargaan dan kebersamaan antar pengurus. 


Senin, 19 April 2021 pukul 15.30 WIB SOLASI telah sukses dilaksanakan melalui google meet. Acara masih dijalankan secara online menimbnag situasi yang masih belum kondusif jika dijalankan secara offline. 


Acara dimulai pukul 15.30 dengan pembukaan yang berisi sambutan dari KORWIL FKKMI BPW V DIY yaitu, Vina Nurfadzilah. Setelah pembukaan, acara inti yang berupa kajian dengan materi public speaking langsung dimulai. Acara inti kali ini diisi oleh Ika Fauziyah atau biasa dikenal kak ‘Iwak’.


Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas tentang masalah-masalah dalam public speaking yang dialami oleh peserta.


Jumat, 30 April 2021

AADK #1: Semangat Bangkit, Tunjukkan Kreativitas



FKKMI memiliki bidang Komunikasi yang memiliki salah satu program kerja yaitu Ada Apa Dengan Kopma atau bisa disebut “AADK” dimana untuk mewadahi silaturahmi dan diskusi bagi ketua umum koperasi mahasiswa se-DIY dan membahas permasalahan serta isu yang ada di koperasi dan koperasi mahasiswa dengan tema “Semangat Bangkit, Tunjukkan Kreativitas” Dengan diadakannya kegiatan ini, harapannya dapat menjadi wadah diskusi untuk menjalin silaturahmi dan mencari jalan keluar dari isu-isu permasalahan yang ada seperti menyikapi wacana kuliah offline di bulan Juli-bagaimana kopma mempersiapkan diri baik dari usaha maupun mengaktifkan kegiatan anggota kopma.


Sabtu, 10 April 2021 pukul 08.00 WIB AADK 1 telah sukses dilaksanakan melalui google meet. Acara masih dijalankan secara online menimbnag situasi yang masih belum kondusif jika dijalankan secara offline. 


Acara dimulai pukul 08.00 dengan pembukaan yang berisi sambutan dari KORWIL FKKMI BPW V DIY yaitu, Vina Nurfadzilah. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengenalan AADK secara singkat yang langsung dilanjutkan dengan acara inti yaitu penyampaian materi dari Albet alberta nugroho yang saat ini menjabat sebagai kabid advokasi BPP. Beliau menyampaikan materi tentang bagaimana cara bangkit dari keterpurukan dalam situasi pandemi covid 19 saat ini. Beberapa poin penting yang didapat untuk dapat bangkit dalam keterputukan ialah:

  1. Gather information

Mencari informasi tentang apa yang kita punya? kebijakan baru apa yang ada? Keunggulan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman kita?

  1. Set plan

Mengatur rencana dengan mempertimbangkan hal seperti kegiatan apa yang masih relevan? kegiatan seperti apa yang bisa membangkitakan semangat berkoperasi lagi?

  1. Find the right person

Memilih orang yang tepat dengan mempertimbangkan kemampuannya, kompetensi, serta rasa tanggung jawabnya.

  1. Health protocol

Terus mengikuti protokol kesehatan dalam rangka mencegah covid 19.


Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berisi tentang permasalahan yang dihadapi masing-masing KOPMA. Mayoritas memiliki masalah yang hampir sama yaitu, dalam kondisi pandemi covid seperti ini banyak dari pengurus yang merasa kesusahan dalam mengajak anggotanya untuk dapat berpartisipasi aktif di dalam KOPMA. Setelah sesi diskusi selesai, acara ditutup dengan foto bersama.




 


Minggu, 21 Maret 2021

AUDIENSI DINAS KOPERASI SLEMAN


Audiensi Dinas Koperasi UKM Sleman yang dihadiri oleh FKKMI telah selesai dilaksanakan tempo hari pada hari Kamis, 18 Maret 2021. Audiensi ini memiliki tujuan untuk memperkenalkan kepengurusan FKKMI yang baru. Selain itu, Silaturahmi antar KOPMA dan Dinas Koperasi tentunya juga merupakan bagian dari tujuan dari audiensi yang telah dilaksanakan.

Dari dilaksanakannya audiensi ini Dinas Koperasi Sleman menyampaikan beberapa hal bahwa Dinas Koperasi melakukan pendampingan kepada semua Koperasi di Sleman baik dari semua aspek seperti usaha, administrasi, serta keuangan.


Adapun hal lain, Dinas Koperasi juga meminta kepada KOPMA untuk dapat lebih aktif lagi dalam berpartisipasi mengikuti segala kegiatan atau acara yang diadakan oleh Dinas Koperasi agar dapat leboh eksis lagi. Diharapkan di bulan Juli nanti KOPMA dapat berkontribusi dalam acara pameran dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional.


Harapannya dengan dilaksanakannya audiensi ini hubungan antara FKKMI dengan Dinas Koperasi Sleman bisa semakin erat serta KOPMA bisa lebih berpartisipasi lagi dalam kegiatan yang diadakan oleh Dinas Koperasi.


Selasa, 09 Maret 2021

UPGRADING DAN RAKER BPW V FKKMI DIY 2021


Alhamdulillah telah selesai dilaksanakan kegiatan Upgrading dan Raker Badan Pengurus Wilayah V Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (BPW V FKKMI DIY) pada tanggal 6-7 Maret 2021. Kegiatan ini bertempatan di Villa Abmarina, Kaliurang yang berjalan secara hybrid, yaitu setengah tatap muka dan setengah lagi menghadiri secara online. Hal ini terjadi karena adanya beberapa pengurus yang tidak dapat menghadiri acara secara tatap muka langsung.


Sesuai dengan nama kegiatannya Raker bertujuan untuk menyampaikan program kerja BPW V FKKMI 2021, sedangkan Upgrading sendiri bertujuan untuk  mengakrabkan sesama pengurus dan pengenalan FKKMI DIY.


Kegiatan di hari Sabtu atau hari pertama ini berisi dengan rangkaian kegiatan utama yang diawali dengan Raker atau Rapat kerja dari tiap-tiap bidang FKKMI. Selain itu, iuran-iuran pengurus dan kopma anggota serta fixasi rapat besar yg diadakan sebulan sekali di awal pekan juga dilaksanakan di waktu yang sama. 


Untuk pelaksanaan Upgrading yang dilakukan setelahnya, kegiatan ini diisi oleh kak Rizky Kurniawan (Korwil BPW V 2018) dan M. Albar Dharmasakti (Korwil BPW V 2020) yang meberikan materi pengenalan mengenai FKKMI. Setelah materi Upgrading selesai para pengurus melakukan kegiatan bakar-bakar bersama kamudian berisitirahat.


Rangkaian kegiatan ini kemudian diakhiri pada hari Minggu tanggal 7 Maret 2021 yang ditutup dengan kegiatan fisik atau olah raga, kado silang, serta foto identitas pengurus.


Harapannya setelah kegiatan ini dilaksanakan hubungan antar pengurus yang baru bisa menjadi lebih akrab dan solid sehingga kinerja para pengurus bisa berjalan dengan baik serta maksimal.


Minggu, 14 Februari 2021

PELANTIKAN DAN SERAH TERIMA JABARTAN BPW V FKKMI DIY 2021

 


Jumat, 12 Februari 2021 telah dilaksanakan pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) Badan Pengurus Wilayah V Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (BPW V FKKMI DIY). Pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab)  kali ini dilaksanakan di kantor Dinas Koperasi dan UMKM DIY yang beralamatkan di JL. HOS Cokroaminoto.

Sedikit berbeda dengan periode sebelumnya, pelaksanaan pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) kali ini tidak dapat dihadiri oleh seluruh kompenen yang biasa hadir dikarenakan adanya pandemi. Mereka yang tidak dapat hadir secara langsung hanya dapat hadir secara online melalui aplikasi zoom.

Acara yang seharusnya dimulai pada pukul 08.30 WIB tidak bisa dimulai tepat waktu dikarenakan adanya kendala teknis sehingga acara baru bisa dimulai sekitar pukul 09.30.  Acara yang dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan acara inti yakni pelantikan dan serah terima jabatan secara simbolik dari pengurus lama kepada pengurus baru.  Acara ini dihadiri oleh Luni Nanda selaku Ketua Umum Badan Pengurus Pusat FKKMI.

Perpindahan estafet kepemimpinan BPW V FKKMI DIY dari Koordinator Wilayah lama Muhammad Albar Dharmasakti kepada Vina Nurfadzilah sebagai Koordinator Wilayah periode 2021 yang terpilih pada Musyawarah Wilayah pada tanggal 12 Januari 2021 bertempat di kantor Dinas Koperasi dan UMKM DIY. Total kepengurusan kali ini berjumlah sebanyak 33 orang. 

Harapan Koordinator Wilayah beserta jajaran pengurus BPW V FKKMI DIY untuk keberlangsungan hidup Koperasi Mahasiswa yang ada di Yogyakarta adalah mengaktifkan kembali forum komunikasi bagi kopma - kopma di Yogyakarta.  

BRAVO KOPMA!

 


Minggu, 27 Desember 2020

NGOBAR KOPMA x NANTI KITA CERITA TENTANG KOPMA #2 (NGOBAR KOPMA x NKCTK #2)

Pada Sabtu, 28 November 2020, BPW V FKKMI DIY mengadakan kegiatan diskusi Ngobar Kopma x NKCTKHI #2 pada hari Sabtu, 28 November 2020 pukul 08.30 WIB secara daring melalui Google Meet.  Kegiatan ini diusung oleh bidang Riset dan Pengembangan dalam rangka pembahasan hasil riset “Analisis Permasalahan Kopma Anggota BPW V FKKMI DIY tahun 2020” sebagai bentuk pengembangan kopma, dan bidang komunikasi dalam rangka diskusi antar ketua kopma anggota BPW V FKKMI DIY.  Diskusi ini dihadiri ketua umum kopma se-DIY sebagai peserta dan turut mengundang dua orang alumni BPW V FKKMI sebagai pemateri yaitu Devie Nur Ghaniya dan Fajar Miftah.

Materi pertama disampaikan oleh mbak Devie Nur Ghaniya yakni sebagai berikut :

a)      Perlu kessadaran digitalisasi terus meningkat karena keadaan.

b)      Ketum dan staf lebih peduli ke anggota dan melihat ke personalnya masing-masing (Tentang situasi rumah).

c)      Harus ada timbal balik atau feed back supaya bisa menghargai partisipasi yang aktif seperti hobi supaya anggota antusias dan jadi menggiring anggota ke aktifan.

d)      Pengkopian data meminimalisir hilangnya data dalam administrasi

e)      Alur dari ketum ke staff untuk kaderalisasi.

 

Kemudian materi kedua disampaikan oleh mas Fajar Miftah yakni sebagai berikut :

a)      Lebih memahami prinsip koperasi

b)      Sdm minim merupakan seleksi alam, banyak orang yang lebih kreatif,

c)      Harus paham keadaan pasar, masuk dalam mitra kerja yang tepat harus sesuai data yang telah diperoleh

d)      Legalitas cukup memberikan fotocopy KTM sebanyak 20 anggota

e)      Perlu adanya upgrading dan sharing alumni

f)        Menjalankan kegiatan anggota apa adanya dan tetap tergantung kebijakan kopma masing-masing.

 

Kegiatan ini diikuti dengan rasa antusias oleh peserta yang hadir pada saat itu.  Dapat dilihat ketika sesi diskusi adanya beberapa pertanyaan terkait permasalahan kopma yang dihadapi sebagai berikut :

1.      Identitas ukm dan koperasi sendiri

a.       Dalam hal pelatian baik dari kampus maupun dinas yang bergerak di bidang ukm

b.      Hubungan birokrat lebih di perjelas,  dan diperbaiki

c.       Badan hukum harus kuat

d.      Menjalin hubungan baik dengan berbagai instansi

e.       Fokus dalam tujuan asli dalam masuk kopma

f.        Lebih totalitas kualitas akan mengikuti.

 

2.      Cara mengungkapkan pendapat atau mengajak diri sendiri baik anggota aktif

a.       Public speaking lebih di perbaiki dari berbagai pola

b.      Bisa mengungkapkan keadaan akan ketidakaktifan ke seseorang

c.       Feed back dalam tantangan dan hobi

d.      Menggali passion dalam diri sendiri

 

3.      Membangun kemistri antar anggota

a.       Penjagaan antar anggota dalam 3 tahun generasi tentang pergerakan SDM

b.      Sharing alumni terkait proker

Dengan adanya acara ini, diharapkan terjalin silaturahmi yang erat antar kopma anggota dan adanya  solusi yang didapat dari pembahasan permasalahan, sehingga kopma anggota FKKMI Wilayah V dapat saling bersinergi untuk menjadi kopma yang lebih baik.

 

 

SOLIDKAN TALI SILATURAHMI (SOLASI)

Biarpun Indonesia telah memasuki masa new normal, namun protokol kesehatan dan jaga jarak masih diterapkan.  Beberapa kantor ada yang sudah menerapkan Work From Office (WFO) serta beberapa tempat yang dijadikan tempat untuk berkumpul juga sudah dibuka kembali seperti kafe.  Namun instansi pendidikan masih harus menerapkan sekolah atau kuliah secara daring sehingga masih ada beberapa orang yang tinggal di daerahnya masing-masing dan belum kembali ke tanah rantau.  Namun hal tersebut tidak menghalangi setiap orang untuk selalu terhubung dan mempererat tali silaturahminya berkat adanya teknologi informasi dan komunikasi.

BPW V FKKMI DIY melalui bidang komunikasi telah melaksanakan kegiatan SOLASI atau Solidkan Tali Silaturahmi yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan rasa persaudaraan antar sesama pengurus di BPW V FKKMI DIY.  Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 23 Oktober 2020 pukul 16.00 WIB secara daring melalui Google Meet.  Kegiatan yang seharusnya diadakan di bulan Ramadhan di salah satu tempat tinggal pengurus BPW V FKKMI DIY terpaksa harus diundur karena adanya pandemi COVID-19 yang menyebabkan adanya himbauan untuk tidak melakukan kontak fisik dan pada akhirnya diputuskan untuk diadakan secara daring.

Kegiatan SOLASI diikuti oleh sebanyak 18 dari 27 pengurus dan diisi dengan acara ramah tamah antar sesama pengurus kemudian diisi dengan kajian koperasi oleh Abdul Ganis selaku staff Advokasi BPW V FKKMI DIY dan sesi diskusi yang membahas terkait masalah dari masing-masing kopma di DIY.  Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh teman-teman pengurus yang hadir secara daring namun adanya beberapa pengurus yang terkendala jaringan sehingga tidak dapat mengikutinya secara tuntas.

Pandemi COVID-19 tidak akan menghalangi kita untuk selalu berinteraksi kepada sesama manusia karena manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan.  Dengan adanya kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi saat ini sangat memudahkan semua orang untuk terus terhubung kepada sesama.

FOCUS GROUP DISCUSSION BIDANG ADMINISTRASI KOPMA

Administrai menjadi hal yang penting dan tidak dapat disepelekan dalam sebuah organisasi.  Pasalnya, administrasi dalam sebuah organisasi berisi dokumen-dokumen yang sangat penting seperti AD/ART, akta berdirinya organisasi, persuratan, proposal kegiatan, laporan pertanggungjawaban dan masih banyak lagi.  Beberapa dokumen penting didapat dari lembaga pemerintahan yang bersifat darurat sehingga harus ada perlakuan khusus dari organisasi yang memegangnya.

Pada hari Sabtu tanggal 15 Agustus 2020 telah diadakan kegiatan Focus Group Discussion bersama bidang administrasi kopma anggota BPW V FKKMI DIY secara daring melalui Google Meet.  Kegiatan ini mendatangkan pemateri dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Wulan Anggraeny S, S.Si.  Dalam pemaparan yang disampaikan oleh mbak Wulan yaitu adanya beberapa regulasi yang memudahkan kegiatan kopma selama pandemi COVID-19 yakni sebagai berikut :    

·        Diperbolehkan mengadakan RAT secara daring atau menundanya sampai kondisi aman.

·        Kopma bisa melakukan investasi aset

·        Kopma yang ingin merubah usaha atau menambah harus melakukan PAD ke Notaris

·        Dinas Koperasi dan UKM setempat memfasilitasi Kopma untuk audiensi secara daring di masa pandemi

·        Kopma juga bisa melakukan kerja sama yang memberikan koneksi antar Kopma yg belum lengkap divisi usahanya.

·        Arsip dan administrasi sebaiknya diberikan loker khusus dan disimpan dengan baik.

·        Alur pembuatan Badan Hukum bisa diakses secara daring dan juga bisa konsultasi ke pihak Dinas Koperasi dan UKM setempat.

·        Sistem pembaruan NIP bisa melalui OSS

·        Pemungutan suara dan AD/ART bisa dilakukan secara daring dengan tetap memperhatikan forum anggota yg hadir.

·        Usaha koperasi tetap ada lima dan tidak ada namanya koperasi serba usaha.

 

Kegiatan Focus Group Discussion bidang administrasi diikuti dengan rasa antusias oleh pengurus bidang administrasi dari kopma anggota BPW V FKKMI DIY karena permasalahan administrasi juga terjadi dikala pandemi COVID-19.  Mengingat kopma memiliki hubungan yang erat dengan Dinas Koperasi dan UKM setempat dan selalu berurusan secara administrasi sehingga perlu adanya regulasi yang berbeda daripada regulasi yang biasanya.

KEGIATAN DONASI BAGI WARGA YOGYAKARTA TERDAMPAK COVID-19

COVID-19 menyebabkan roda perekonomian di seluruh dunia seketika mati.  Salah satu negara yang terdampak adalah Indonesia yang menyebabkan beberapa industri mati karena tidak ada pemasukan dan menyebabkan mereka harus mengurangi sebagian pekerja untuk dirumahkan karena tidak sanggup memberikan upah dan bahkan orang-orang yang tak memiliki pekerjaan pun juga ikut terkena dampaknya sehingga mereka tidak dapat mencukupi kebutuhan mereka karena tidak ada pemasukan.  Pada masa seperti ini, mereka sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah dan orang-orang yang mau memberikan bantuan kepada mereka.

Semenjak virus corona mulai menjadi pandemi di Indonesia pada awal tahun 2020, telah cukup banyak instansi yang memberikan bantuan kepada orang-orang yang terkena dampak COVID-19 secara langsung guna mencukupi kebutuhan mereka.  BPW V FKKMI melalui bidang Riset dan Pengembangan bekerja sama dengan Himpunan Koperasi Mahasiswa Yogyakarta mengadakan penggalangan dana untuk masyarakat Yogyakarta yang terkena dampak pandemi COVID-19.  Kegiatan penggalangan dana ini dimulai pada tanggal 10 Juni sampai 10 Juli diawali dengan pengumpulan dana dari masyarakat dan terkumpul dana sebanyak Rp1.508.100,00.

Pendistribusian dilakukan oleh teman-teman dari kopma di Yogyakarta yang sedang tinggal di Yogyakarta yang telah mengikuti open recruitment relawan donasi.  Proses perekrutan relawan donasi dilakukan secara daring dimulai dari pendaftaran pada tanggal 15 sampai 25 Juni 2020 kemudian dilakukan wawancara pada tanggal 27 sampai 29 Juni 2020 dan diumumkan pada tanggal 30 Juni 2020.  Setelah semua relawan terkumpul kemudian dilakukan survei ke tempat-tempat di Yogyakarta yang memungkinkan untuk distribusi donasi oleh relawan yang tinggal di Yogyakarta dan sekitarnya.  Setelah survei kemudian dilakukan seleksi tempat dan telah ditentukan yakni berada di empat titik yaitu jalan Kaliurang, jalan Gejayan, Jombor dan Kulon progo.  Mendekati hari pendistribusian relawan mempersiapkan segala keperluan untuk distribusi donasi dan membelanjakan uang donasi ke dalam bentuk sembako, 40 masker dan 40 handsanitizer.  Tepat ditanggal 12 Juli 2020 relawan distribusi berkumpul di Rumah Anggota KOPMA UNY untuk dilakukan koordinasi dan pemberangkatan relawan ke empat titik yang telah ditentukan sebelumnya.

Pandemi COVID-19 ini menjadi ajang bagi semua orang di seluruh dunia untuk saling berbagi dan saling menguatkan kepada sesama kita yang tengah membutuhkannya.  menjadi sebuah harapan tersendiri untuk kedepannya agar nilai-nilai seperti ini terus diamalkan sekalipun pandemi COVID-19 yang melanda dunia ini telah reda.

NANTI KITA CERITA TENTANG KOPMA HARI INI #1 (NKCTKHI #1)

Pandemi Corona Virus Desease 19 (COVID 19) yang menyerang seluruh negara di dunia termasuk Indonesia telah merubah banyak hal salah satunya adalah kegiatan secara fisik diluar rumah.  Peraturan pemerintah yang meminta seluruh warga nya untuk melakukan seluruh kegiatan dari rumah seperti bekerja, melaksanakan pendidikan formal dan juga kegiatan organisasi yakni koperasi mahasiswa (Kopma) yang merupakan organisasi mahasiswa di kampus juga merasakan dampak akibat pandemi yang menyebabkan kegiatan usaha dan kegiatan anggota yang sudah direncanakan selama satu periode terpaksa harus terhenti namun tidak lama karena beberapa ada yang mampu melaksanakan kegiatannya berbasis dalam jaringan (daring) baik itu kegiatan untuk anggota maupun kegiatan usaha.

Permasalahan yang dihadapi oleh semua kopma di Indonesia terkhusus di Daerah Istimewa Yogyakarta mengenai pengadaan kegiatan saat pandemi merupakan permasalahan yang cukup serius.  Pasalnya, eksistensi suatu organisasi salah satunya dilihat dari seberapa aktif mereka mengadakan kegiatan.

Untuk itu, BPW V FKKMI DIY mengadakan sebuah kegiatan forum bernama Nanti Kita Cerita Tentang Kopma Hari Ini #1 (NKCTKHI #1) dengan mengusung tema “Revolusi Generasi Millenial Demi Terwujudnya Pemimpin Berkualitas” yang dibawakan oleh Lizaldi Chandra sebagai staff advokasi BPW V FKKMI DIY tahun 2020. Kegiatan tersebut diadakan secara daring melalui teleconference Zoom pada hari Sabtu tanggal 6 Juni 2020 pukul 08.30 WIB.  Acara tersebut dihadiri ketua umum dan calon ketua umum oleh semua kopma anggota BPW V FKKMI DIY.

Pada pemaparan yang disampaikan, Lizaldi Chandra menjelaskan tentang diperlukannya transformasi pemimpin dan bagaimana mengimplementasikannya serta upaya agar berjalan produktif.  Tak lupa tips bagaimana hal tersebut dilakukan pada saat pandemi Covid-19.  Peserta yang hadir begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut terlihat dari respon peserta memberikan pertanyaan kepada pemateri dan juga ada nya diskusi yang dilakukan oleh peserta yang membahas tentang kegiatan usaha dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dikala pandemi.

Pemimpin dalam suatu organisasi sangat dibutuhkan karena dia menjadi sentral bagi para bawahannya dalam menghadapi berbagai macam permasalahan yang ada didalam suatu organisasi agar dapat bertahan.

FOCUS GROUP DISCUSSION BIDANG USAHA KOPMA

 Suatu organisasi setiap saat selalu menghadapi berbagai macam masalah. Baik masalah dari dalam organisasi itu sendiri maupun masalah yang datang dari luar organisasi serta tingkatan masalah mulai dari yang ringan hingga yang sulit pada akhirnya dapat dilalui oleh sebuah organisasi agar bisa bertahan dan tetap eksis.

Sejak awal diumumkan adanya pandemi COVID-19 di Indoneisa,  pemerintah mulai menganjurkan untuk melakukan segala aktivitas di rumah termasuk salah satunya adalah bekerja atau sekolah dari rumah.  Hal tersebut menyebabkan semua kampus di Indonesia harus menerapkan sistem berbasis dalam jaringan (daring) dan mengakibatkan kegiatan organisasi mahasiswa terhenti termasuk koperasi mahasiswa (kopma) yang memiliki kegiatan rutin menjalankan usaha.  Adanya hambatan tersebut mengakibatkan adanya penurunan omset serta kerugian.  Beberapa kopma terpaksa tutup karena berada didalam wilayah kampus dan hanya memiliki konsumen yakni masyarakat kampus itu sendiri.  Namun masih ada yang sanggup untuk terus melanjutkan kegiatan usahanya karena telah memiliki jangkauan pasar yang luas.

Bidang Pelatihan dan Pendidikan BPW V FKKMI DIY telah mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Bidang Usaha dengan tema “Strategi Bisnis Melawan Krisis Pandemi COVID-19” yang diadakan sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi antara BPW V FKKMI DIY dengan kopma anggota serta komunikasi sesama pengurus bidang usaha kopma di DIY yang membahas terkait kegiatan usaha dikala pandemi COVID-19 masih bersemayam di Indonesia.  Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2020 pukul 09.30 WIB secara daring melalui Google Meet dengan mendatangkan pemateri yakni Wahyu Tri Atmojo yang berprofesi sebagai Konsultan di PLUT DIY dan CEO WahyuDSLR.

Dari paparan materi yang disampaikan oleh mas Wahyu adalah pada intinya, saat ini kopma dan UKM hanya memiliki dua pilihan yaitu menunggu sampai keadaan normal kembali atau beralih ke usaha yang berbasis digital atau online.  Semakin canggihnya teknologi komunikasi dan informasi yang memudahkan segala urusan manusia termasuk kegiatan bisnis atau usaha secara digital seharusnya dapat dimanfaatkan oleh teman-teman dari kopma di DIY.  Mungkin ada beberapa yang belum siap untuk beralih ke usaha digital karena berbagai macam alasan namun apabila tidak dipersiapkan dari sekarang, kapan lagi usaha kopma dapat berkembang dan bisa terbiasa menjalankan usaha secara digital.  Pandemi COVID-19 mengajarkan semua manusia untuk bisa segera beradaptasi agar dapat bertahan hidup.

Rabu, 15 April 2020

Upgrading BPW V FKKMI 2020



Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

BPW V FKKMI DIY pada tanggal 14-15 Maret 2020 melaksanakan kegiatan Upgrading yang bertempat di Joglo Salak terletak di Daren Kidul, Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman.  Tujuan dari kegiatan Upgrading ini adalah untuk membekali pengurus BPW V FKKMI DIY yang baru saja dilantik dengan ilmu yang berkaitan dengan keorganisasian.  Rombongan berangkat dari Universitas Teknologi Yogyakarta kampus 1 dan juga dari tempat tinggal masing-masing pukul 12.30 WIB menuju Joglo Salak.

Acara dimulai pada hari Sabtu, 14 Maret 2020 pukul 15.30 WIB dengan diisi materi I mengenai Manajemen Konflik oleh Ika Rizky Fauziah Abdullah mahasiswi Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada yang aktif di BPW V FKKMI DIY pada tahun 2018 sebagai sekretaris dan juga Ketua Umum Koperasi Kopma UGM tahun 2019.  Dilanjutkan dengan materi II pada pukul 17.00 WIB mengenai Komunikasi dan Negosiasi oleh Nofita Ngaisaroh yang merupakan alumni dari program studi Akuntansi Universutas Gadjah Mada.  Dia juga aktif di BPW V FKKMI DIY pada tahun 2017 sebagai staf bidang Fasilitasi dan juga aktif sebagai Huger Koperasi Kopma UGM pada tahun 2015-2016.  Kemudian dilanjutkan acara Sharing Session bersama alumni BPW V FKKMI DIY mengenai sejarah FKKMI dan yang terakhir dilanjut dengan acara malam keakraban.

Kegiatan Upgrading dilanjutkan di hari Minggu 15 Maret 2020 pukul 05.30 WIB dengan kegiatan senam pagi dan juga outbond yang berlangsung hingga mendekati waktu sholat dhuhur.  Kegiatan dilanjutkan dengan bersih-bersih, ISHOMA, tukar kado silang serta sedikit sosialisasi mengenai seragam pengurus, iuran rutin dan kegiatan rapat rutin dan terakhir adalah persiapan pulang meninggalkan Joglo Salak.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Link Youtube : https://youtu.be/OSMpLM3QNJY

Audiensi ke Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman

 
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pada hari Jumat, 13 Maret 2020 BPW V FKKMI DIY telah mengadakan audiensi ke Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sleman (Dinkop UKM Kab. Sleman).  Kegiatan audiensi ini merupakan kegiatan kunjungan ke Dinas Koperasi yang pertama di kepengurusan tahun 2020 dan diikuti oleh sebagian pengurus dari BPW V FKKMI DIY yang dapat hadir pada saat itu.

Kegiatan audiensi ini dibersamai oleh bapak Sukarjo dari Dinas koperasi dan UKM Kabupaten Sleman.  Dalam kegiatan audiensi kali ini membahas mengenai perkembangan koperasi di Sleman hingga saat ini, tugas Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman yang menaungi sebanyak kurang lebih 410 koperasi dan UKM yang ada di Kabupaten Sleman itu sendiri serta peran BPW V FKKMI DIY sebagai wadah aspirasi Koperasi Mahasiswa yang ada di wilayah DIY sendiri.  Beberapa koperasi di Kabupaten Sleman sendiri memiliki permasalahan diantaranya masalah usaha yang dijalankan oleh beberapa koperasi karena hanya menjalankan simpan pinjam saja, kurangnya minat berkoperasi dari masyarakat, serta jati diri kopma itu sendiri sebagai badan hukum dan UKM.  

Dari permaslahan tersebut, muncullah beberapa gagasan yang diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan koperasi di Sleman yakni diantaranya fokus pada pendidikan dan pelatihan kepada anggota koperasi terutama koperasi siswa yang ada di sekolah-sekolah di Sleman, mendorong koperasi untuk tidak hanya fokus di simpan pinjam saja namun di usaha sektor realnya serta meningkatkan kesepemahaman antara kopma dengan rektorat.  Dan harapan kedepannya adalah, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman sebagai fasilitator koperasi-koperasi yang ada di wilayah Sleman diharapkan dapat memberikan pelatihan untuk pengurus kopma. 

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Link youtube : https://youtu.be/07VoN0y7sg0