Momen Badan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia Wilayah Yogyakarta
Minggu, 27 Maret 2022
PELANTIKAN DAN SERAH TERIMA JABATAN BPW V FKKMI 2022
Selasa, 21 Desember 2021
Kunjungan Dinas Koperasi UKM Kota Yogyakarta
FKKMI pada hari selasa, 07 Desember 2021 yang lalu telah melaksanakan kunjungan ke dinas Koperasi UKM kota Yogyakarta. Adapun diskusi yang disampaikan ketika pertemuan berupa pembahasan mengenai koperasi modern. Selain itu saat ini dinas koperasi sedang memikirkan juga cara bagaimana agar koperasi dapat menarik bagi mahasiswa di kampus. Adapun beberapa upaya yang dapat dilakukan diantaranya dengan melakukan terlebih dahulu mengenai koperasi, selain itu di era modern saat ini aplikasi juga dapat dimanfaatkan untuk dapat mencapai tujuan memperkenalkan kopma tersebut dengan konten-konten yang menarik.
Dinas koperasi UKM kota Yogyakarta menyampaikan juga kepada FKKMI untuk dapat memberikan manfaat untuk koperasi yang ada di DIY. Dimulai dari sumber daya manusia pengelolaannya dapat dilakukan dengan membuat portofolio yang baik agar dapat menjadi ketertarikan untuk koperasi. Dari sisi usaha sendiri koperasi perlu memikirkan bagaimana cara untuk mensejahterakan kopmanya. Adapun bagian perhitungan akuntansi dapat dilakukan dengan melakukan pelatihan FGD dengan dinas kota atau dapa bersurat ke dinas koperasi kota Yogyakarta.
Rabu, 17 November 2021
Sejarah Koperasi di Indonesia
Koperasi pertama kali diperkenalkan oleh seorang berkebangsaan Skotlandia, yang bernama Robert Owen (1771-1858). Setelah koperasi berkembang dan diterapkan di beberapa Negara-negara eropa. Koperasi pun mulai masuk dan berkembang di Indonesia.
Di Indonesia koperasi mulai diperkenalkan oleh Patih R.Aria Wiria Atmaja pada tahun 1896, dengan melihat banyaknya para pegawai negeri yang tersiksa dan menderita akibat bunga yang terlalu tinggi dari rentenir yang memberikan pinjaman uang. Melihat penderitaan tersebut Patih R.Aria Wiria Atmaja lalu mendirikan Bank untuk para pegawai negeri, beliau mengadopsi sistem serupa dengan yang ada di jerman yakni mendirikan koperasi kredit. Beliau berniat membantu orang-orang agar tidak lagi berurusan dengan rentenir yang pasti akan memberikan bunga yang tinggi.
seorang asisten residen Belanda bernama De Wolffvan Westerrode, merespon tindakan Patih R.Aria Wiria, sewaktu mengunjungi Jerman De Wolffvan Westerrode menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian.
Setelah itu koperasi mulai cepat berkembang di Indonesia, hal ini juga didorong sifat orang-orang Indonesia yang cenderung bergotong royong dan kekeluargaan sesuai dengan prinsip koperasi. Bahkan untuk mengantisipasi perkembangan ekonomi yang berkembang pesat pemerintahan Hindia-Belanda pada saat itu mengeluarkan peraturan perundangan tentang perkoperasian. Pertama, diterbitkan Peraturan Perkumpulan Koperasi No. 43, Tahun 1915, lalu pada tahun 1927 dikeluarkan pula Peraturan No. 91, Tahun 1927, yang mengatur Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi bagi golongan Bumiputra. Pada tahun 1933, Pemerintah Hindia-Belanda menetapkan Peraturan Umum Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi No. 21, Tahun 1933. Peraturan tahun 1933 itu, hanya diberlakukan bagi golongan yang tunduk kepada tatanan hukum Barat, sedangkan Peraturan tahun 1927, berlaku bagi golongan Bumiputra.
Setelah pemerintahan Hindia-belanda menunjukkan sikap diskriminasi dalam peraturan yang dibuatnya. Pada tahun 1908 Dr. Sutomo yang merupakan pendiri dari Boedi Utomo memberikan peranannya bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kondisi kehidupan rakyat.
Serikat Dagang Islam (SDI) 1927, Dibentuk bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusaha-pengusaha pribumi. Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.
Setelah jepang berhasil menguasai sebagian besar daerah asia, termasuk Indonesia, sistem pemerintahan pun berpindah tangan dari pemerintahan Hindia-Belanda ke pemerintahan Jepang. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai, namun hal ini hanya dimanfaatkan Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.Sekaligus membentuk Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) yang berkedudukan di Tasikmalaya.
Lalu kita mengenal Moh. Hatta sebagai bapak koperasi. Beliau mengusulkan didirikannya 3 macam koperasi :
Pertama, adalah koperasi konsumsi yang terutama melayani kebutuhan kaum buruh dan pegawai.
Kedua, adalah koperasi produksi yang merupakan wadah kaum petani (termasuk peternak atau nelayan).
Ketiga, adalah koperasi kredit yang melayani pedagang kecil dan pengusaha kecil guna memenuhi kebutuhan modal.
Bung Hatta mengatakan bahwa tujuan koperasi yang sebenarnya bukan mencari laba atau keuntungan, namun bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bersama anggota koperasi
Sumber Referensi:
https://www.diskup.kapuashulukab.go.id/sejarah-koperasi/
Sabtu, 13 November 2021
Mengenal Prinsip-Prinsip Koperasi
1. Keanggotaan
bersifat sukarela dan terbuka.
Maksudnya setiap keanggotaan / anggota secara sukarela memberikan modalnya sendiri-sendiri untuk digabungkan sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan keanggotaan bersifat terbuka maksudnya terbuka untuk siapa saja yang mau menjadi anggota koperasi tersebut.
2. Pengelolaan dilakukan secara demokrasi.
Karena setiap keanggotaan koperasi bebas berpendapat, tetapi yang dimaksud bebas berpendapat harus memakai aturan yang jelas berdasarkan prinsip koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat berdasarkan asas kekeluargaan demi mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
3. Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota.
Maksudnya setiap hasil usaha (SHU) adalahjasa dari masing-masing anggota dan modal dari masing-masing anggota ,jadi pembagian SHU setiap anggota harus dibayar secara tunai karena disini setiap anggota adalah investor atas jasa modal,selain investor anggota koperasi adalah pemilik jasa sebagai pemakai /pelanggan. SHU juga merupakan hak dari setiap anggota koperasi.
4.Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.
Pembelian balas jasa di dalam anggota koperasi terbatas oleh besarnya modal yang tersedia. Apabila modal sedikit pembelian balas jasanya juga sedikit dan begitu juga sebaliknya, jadi dilihat dari besar-kecilnya modal anggota itu sendiri.
5. Kemandirian.
Maksudnya setiap anggota mempunyai peran, tugas dan tanggung jawab masing-masing atas setiap usaha itu sendiri, selain itu anggota koperasi dituntut berperan secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas dan bisa mengelola koperasi dan usaha itu sendiri.
6. Pendidikan perkoperasiaan
Maksudnya pendidikan perkoperasiaan memberikan bekal kemampuan bekerja setelah mereka terjun dalam masyarakat karena manusia disamping sebagai makhluk sosial juga sebagai makhluk individu, dan melalui usaha-usaha pendidikan perkoperasian dan partisipasi anggota sangat dihargai dan dianjurkan dalam berkehidupan koperasi, selain itu juga melalui pendidikan perkoperasiaan setiap orang dapat memenuhi kebutuhannya masing-masing.
7. Kerjasama antar koperasi.
Maksudnya adanya hubungan kerjasama antar koperasi satu dengan koperasi lainnya untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama dan dengan adanya kerjasama antar koperasi dapat mewujudkan kesejahteraan koperasi tersebut
Sabtu, 14 Agustus 2021
FGD USAHA
FKKMI pada hari sabtu tanggal 31, Juli 2021 lalu sukses melaksanakan kegiatan FGD usaha dengan tema “Bangkiatkan semangat, ciptakan peluang bisnis bagi generasi milenial.” Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak diskusi mengenai perkembangan bidang usaha dari masing-masing KOPMA yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tidak hanya mengajak KOPMA di DIY saja, FKKMI juga menghadirkan bapak Bayu Bharotodiasto selaku pemateri pada kegiatan FGD usaha hari itu. Acara dimulai pukul 09.00 dengan diawali penyampaian materi dari pembicara. Adapun yang disampaikan bapak Bayu adalah hal-hal seperti dampak covid dalam menjalankan usaha saat ini hingga kiat dalam memulai bisnis.
Setelah pembicara selesai menyampaikan materinya, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi antar KOPMA mengenai studi kasus dimana dibentuk beberapa kelompok dan masing-masing kelompok akan memaparkan hasil diskusinya diakhir waktu.
Kegiatan diskusi ini selesai sekitar pukul satu siang. Semoga sengan diadakan kegiatan ini hubungan antar KOPMA bisa lebih erat serta memberikan inspirasi mengenai usaha khususnya dalam perkoperasian.
Selasa, 06 Juli 2021
Mengenal Rapat Anggota Tahunan Lebih Dekat
Rapat Anggota Tahunan (RAT) adalah forum tertinggi bagi suatu koperasi. Pelaksanaan RAT ini dilakukan setiap tahun di akhir periode dalam rangka membahas laporan pertanggungjawaban Ketua Umum pengurus-pengawas, AD/ART, GBPK, RAPBK, dan pemilihan Ketua Umum, Kepala Bidang, serta Pengawas. Berikut inilah penjelasan singkat tentang apa yang dibahas di dalam RAT.
Lembar Pertanggungjawaban
Membahas tentang pertanggungjawaban pengurus selama satu periode dari masing-masing bidang termasuk Ketua Umum dan pengawas mulai dari program kerja, kendala, dana yang terpakai dan sebagainya.
Anggaran Dasar (AD)
Keseluruhan aturan umum yang meliputi pengaturan secara langsung kehidupan organisasi dan hubungan organisasi dengan anggotanya agar tercipta ketertiban organisasi. AD memuat ketentuan-ketentuan pokok yang merupakan dasar bagi tata kehidupan organisasi. Ketentuan dalam AD digunakan sebagai acuan dalam membuat peraturan-peraturan organisasi secara lebih khusus. AD sebagai pondasi yang mengikat dan mengatur anggota untuk bekerja sama dalam melakukan kegiatan organisasi.
Anggaran Rumah Tangga (ART)
Himpunan peraturan yang mengatur urusan rumah tangga sehari-hari, yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari AD.
Garis Besar Program Kerja (GBPK)
Membahas tentang tugas fungsi wewenang setiap bidang, yang nanti kemungkinan dapat berubah. Tujuan jangka Panjang dan pendek dan rekomendasi tiap-tiap bidang yang nantinya berdasarkan hal tersebut teman-teman pengurus periode selanjutnya membentuk proker yang akan dilaksanakan pada periode tersebut.
Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Koperasi (RAPBK)
Membahas tentang anggaran belanja yang nantinya akan dipakai setiap bidang untuk menjalankan setiap prokernya dan juga anggaran pendapatan untuk periode selanjutnya dari bidang usaha (berjualan) dan bidang keuangan (simpanan).
SOLASI: Solidkan Tali Silaturahmi
FKKMI memiliki bidang Komunikasi yang memiliki salah satu program kerja yaitu Solidkan Tali Silaturahmi atau yang bisa disebut “SOLASI” dan tahun ini mengangkat tema “Eratkan Silaturahmi Tingkatkan Komunikasi Demi Terwujudnya Pengurus yang Sinergi”. Harapan dari adanya kegiatan ini adalah terciptanya jiwa kekeluargaan dan kebersamaan antar pengurus.
Senin, 19 April 2021 pukul 15.30 WIB SOLASI telah sukses dilaksanakan melalui google meet. Acara masih dijalankan secara online menimbnag situasi yang masih belum kondusif jika dijalankan secara offline.
Acara dimulai pukul 15.30 dengan pembukaan yang berisi sambutan dari KORWIL FKKMI BPW V DIY yaitu, Vina Nurfadzilah. Setelah pembukaan, acara inti yang berupa kajian dengan materi public speaking langsung dimulai. Acara inti kali ini diisi oleh Ika Fauziyah atau biasa dikenal kak ‘Iwak’.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas tentang masalah-masalah dalam public speaking yang dialami oleh peserta.
Jumat, 30 April 2021
AADK #1: Semangat Bangkit, Tunjukkan Kreativitas
FKKMI memiliki bidang Komunikasi yang memiliki salah satu program kerja yaitu Ada Apa Dengan Kopma atau bisa disebut “AADK” dimana untuk mewadahi silaturahmi dan diskusi bagi ketua umum koperasi mahasiswa se-DIY dan membahas permasalahan serta isu yang ada di koperasi dan koperasi mahasiswa dengan tema “Semangat Bangkit, Tunjukkan Kreativitas” Dengan diadakannya kegiatan ini, harapannya dapat menjadi wadah diskusi untuk menjalin silaturahmi dan mencari jalan keluar dari isu-isu permasalahan yang ada seperti menyikapi wacana kuliah offline di bulan Juli-bagaimana kopma mempersiapkan diri baik dari usaha maupun mengaktifkan kegiatan anggota kopma.
Sabtu, 10 April 2021 pukul 08.00 WIB AADK 1 telah sukses dilaksanakan melalui google meet. Acara masih dijalankan secara online menimbnag situasi yang masih belum kondusif jika dijalankan secara offline.
Acara dimulai pukul 08.00 dengan pembukaan yang berisi sambutan dari KORWIL FKKMI BPW V DIY yaitu, Vina Nurfadzilah. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengenalan AADK secara singkat yang langsung dilanjutkan dengan acara inti yaitu penyampaian materi dari Albet alberta nugroho yang saat ini menjabat sebagai kabid advokasi BPP. Beliau menyampaikan materi tentang bagaimana cara bangkit dari keterpurukan dalam situasi pandemi covid 19 saat ini. Beberapa poin penting yang didapat untuk dapat bangkit dalam keterputukan ialah:
Gather information
Mencari informasi tentang apa yang kita punya? kebijakan baru apa yang ada? Keunggulan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman kita?
Set plan
Mengatur rencana dengan mempertimbangkan hal seperti kegiatan apa yang masih relevan? kegiatan seperti apa yang bisa membangkitakan semangat berkoperasi lagi?
Find the right person
Memilih orang yang tepat dengan mempertimbangkan kemampuannya, kompetensi, serta rasa tanggung jawabnya.
Health protocol
Terus mengikuti protokol kesehatan dalam rangka mencegah covid 19.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berisi tentang permasalahan yang dihadapi masing-masing KOPMA. Mayoritas memiliki masalah yang hampir sama yaitu, dalam kondisi pandemi covid seperti ini banyak dari pengurus yang merasa kesusahan dalam mengajak anggotanya untuk dapat berpartisipasi aktif di dalam KOPMA. Setelah sesi diskusi selesai, acara ditutup dengan foto bersama.
Minggu, 21 Maret 2021
AUDIENSI DINAS KOPERASI SLEMAN
Dari dilaksanakannya audiensi ini Dinas Koperasi Sleman menyampaikan beberapa hal bahwa Dinas Koperasi melakukan pendampingan kepada semua Koperasi di Sleman baik dari semua aspek seperti usaha, administrasi, serta keuangan.
Adapun hal lain, Dinas Koperasi juga meminta kepada KOPMA untuk dapat lebih aktif lagi dalam berpartisipasi mengikuti segala kegiatan atau acara yang diadakan oleh Dinas Koperasi agar dapat leboh eksis lagi. Diharapkan di bulan Juli nanti KOPMA dapat berkontribusi dalam acara pameran dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional.
Harapannya dengan dilaksanakannya audiensi ini hubungan antara FKKMI dengan Dinas Koperasi Sleman bisa semakin erat serta KOPMA bisa lebih berpartisipasi lagi dalam kegiatan yang diadakan oleh Dinas Koperasi.
Selasa, 09 Maret 2021
UPGRADING DAN RAKER BPW V FKKMI DIY 2021
Sesuai dengan nama kegiatannya Raker bertujuan untuk menyampaikan program kerja BPW V FKKMI 2021, sedangkan Upgrading sendiri bertujuan untuk mengakrabkan sesama pengurus dan pengenalan FKKMI DIY.
Kegiatan di hari Sabtu atau hari pertama ini berisi dengan rangkaian kegiatan utama yang diawali dengan Raker atau Rapat kerja dari tiap-tiap bidang FKKMI. Selain itu, iuran-iuran pengurus dan kopma anggota serta fixasi rapat besar yg diadakan sebulan sekali di awal pekan juga dilaksanakan di waktu yang sama.
Untuk pelaksanaan Upgrading yang dilakukan setelahnya, kegiatan ini diisi oleh kak Rizky Kurniawan (Korwil BPW V 2018) dan M. Albar Dharmasakti (Korwil BPW V 2020) yang meberikan materi pengenalan mengenai FKKMI. Setelah materi Upgrading selesai para pengurus melakukan kegiatan bakar-bakar bersama kamudian berisitirahat.
Rangkaian kegiatan ini kemudian diakhiri pada hari Minggu tanggal 7 Maret 2021 yang ditutup dengan kegiatan fisik atau olah raga, kado silang, serta foto identitas pengurus.
Harapannya setelah kegiatan ini dilaksanakan hubungan antar pengurus yang baru bisa menjadi lebih akrab dan solid sehingga kinerja para pengurus bisa berjalan dengan baik serta maksimal.
Minggu, 14 Februari 2021
PELANTIKAN DAN SERAH TERIMA JABARTAN BPW V FKKMI DIY 2021
Sedikit berbeda dengan periode sebelumnya, pelaksanaan pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) kali ini tidak dapat dihadiri oleh seluruh kompenen yang biasa hadir dikarenakan adanya pandemi. Mereka yang tidak dapat hadir secara langsung hanya dapat hadir secara online melalui aplikasi zoom.
Acara yang seharusnya dimulai pada pukul 08.30 WIB tidak bisa dimulai tepat waktu dikarenakan adanya kendala teknis sehingga acara baru bisa dimulai sekitar pukul 09.30. Acara yang dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan acara inti yakni pelantikan dan serah terima jabatan secara simbolik dari pengurus lama kepada pengurus baru. Acara ini dihadiri oleh Luni Nanda selaku Ketua Umum Badan Pengurus Pusat FKKMI.
Perpindahan estafet kepemimpinan BPW V FKKMI DIY dari Koordinator Wilayah lama Muhammad Albar Dharmasakti kepada Vina Nurfadzilah sebagai Koordinator Wilayah periode 2021 yang terpilih pada Musyawarah Wilayah pada tanggal 12 Januari 2021 bertempat di kantor Dinas Koperasi dan UMKM DIY. Total kepengurusan kali ini berjumlah sebanyak 33 orang.
Harapan Koordinator Wilayah beserta jajaran pengurus BPW V FKKMI DIY untuk keberlangsungan hidup Koperasi Mahasiswa yang ada di Yogyakarta adalah mengaktifkan kembali forum komunikasi bagi kopma - kopma di Yogyakarta.
BRAVO KOPMA!
Minggu, 27 Desember 2020
NGOBAR KOPMA x NANTI KITA CERITA TENTANG KOPMA #2 (NGOBAR KOPMA x NKCTK #2)
Pada Sabtu, 28 November 2020, BPW V FKKMI DIY mengadakan kegiatan diskusi Ngobar Kopma x NKCTKHI #2 pada hari Sabtu, 28 November 2020 pukul 08.30 WIB secara daring melalui Google Meet. Kegiatan ini diusung oleh bidang Riset dan Pengembangan dalam rangka pembahasan hasil riset “Analisis Permasalahan Kopma Anggota BPW V FKKMI DIY tahun 2020” sebagai bentuk pengembangan kopma, dan bidang komunikasi dalam rangka diskusi antar ketua kopma anggota BPW V FKKMI DIY. Diskusi ini dihadiri ketua umum kopma se-DIY sebagai peserta dan turut mengundang dua orang alumni BPW V FKKMI sebagai pemateri yaitu Devie Nur Ghaniya dan Fajar Miftah.
Materi pertama
disampaikan oleh mbak Devie Nur Ghaniya yakni sebagai berikut :
a)
Perlu kessadaran digitalisasi terus
meningkat karena keadaan.
b)
Ketum dan staf lebih peduli ke anggota
dan melihat ke personalnya masing-masing (Tentang situasi rumah).
c)
Harus ada timbal balik atau feed back supaya bisa menghargai
partisipasi yang aktif seperti hobi supaya anggota antusias dan jadi menggiring
anggota ke aktifan.
d)
Pengkopian data meminimalisir hilangnya
data dalam administrasi
e)
Alur dari ketum ke staff untuk
kaderalisasi.
Kemudian materi kedua disampaikan oleh mas Fajar
Miftah yakni sebagai berikut :
a) Lebih
memahami prinsip koperasi
b) Sdm
minim merupakan seleksi alam, banyak orang yang lebih kreatif,
c) Harus
paham keadaan pasar, masuk dalam mitra kerja yang tepat harus sesuai data yang
telah diperoleh
d) Legalitas
cukup memberikan fotocopy KTM
sebanyak 20 anggota
e) Perlu
adanya upgrading dan sharing alumni
f)
Menjalankan kegiatan anggota apa adanya
dan tetap tergantung kebijakan kopma masing-masing.
Kegiatan ini diikuti dengan rasa antusias oleh
peserta yang hadir pada saat itu. Dapat
dilihat ketika sesi diskusi adanya beberapa pertanyaan terkait permasalahan
kopma yang dihadapi sebagai berikut :
1. Identitas
ukm dan koperasi sendiri
a. Dalam
hal pelatian baik dari kampus maupun dinas yang bergerak di bidang ukm
b. Hubungan
birokrat lebih di perjelas, dan
diperbaiki
c. Badan
hukum harus kuat
d. Menjalin
hubungan baik dengan berbagai instansi
e. Fokus
dalam tujuan asli dalam masuk kopma
f.
Lebih totalitas kualitas akan mengikuti.
2. Cara
mengungkapkan pendapat atau mengajak diri sendiri baik anggota aktif
a. Public speaking
lebih di perbaiki dari berbagai pola
b. Bisa
mengungkapkan keadaan akan ketidakaktifan ke seseorang
c. Feed back
dalam tantangan dan hobi
d. Menggali
passion dalam diri sendiri
3. Membangun
kemistri antar anggota
a. Penjagaan
antar anggota dalam 3 tahun generasi tentang pergerakan SDM
b. Sharing
alumni terkait proker
Dengan adanya acara
ini, diharapkan terjalin silaturahmi yang erat antar kopma anggota dan
adanya solusi yang didapat dari
pembahasan permasalahan, sehingga kopma anggota FKKMI Wilayah V dapat saling
bersinergi untuk menjadi kopma yang lebih baik.
SOLIDKAN TALI SILATURAHMI (SOLASI)
Biarpun Indonesia telah memasuki masa new normal, namun protokol kesehatan dan jaga jarak masih diterapkan. Beberapa kantor ada yang sudah menerapkan Work From Office (WFO) serta beberapa tempat yang dijadikan tempat untuk berkumpul juga sudah dibuka kembali seperti kafe. Namun instansi pendidikan masih harus menerapkan sekolah atau kuliah secara daring sehingga masih ada beberapa orang yang tinggal di daerahnya masing-masing dan belum kembali ke tanah rantau. Namun hal tersebut tidak menghalangi setiap orang untuk selalu terhubung dan mempererat tali silaturahminya berkat adanya teknologi informasi dan komunikasi.
BPW V FKKMI DIY melalui
bidang komunikasi telah melaksanakan kegiatan SOLASI atau Solidkan Tali
Silaturahmi yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan
rasa persaudaraan antar sesama pengurus di BPW V FKKMI DIY. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat
tanggal 23 Oktober 2020 pukul 16.00 WIB secara daring melalui Google Meet. Kegiatan yang seharusnya diadakan di bulan
Ramadhan di salah satu tempat tinggal pengurus BPW V FKKMI DIY terpaksa harus
diundur karena adanya pandemi COVID-19 yang menyebabkan adanya himbauan untuk
tidak melakukan kontak fisik dan pada akhirnya diputuskan untuk diadakan secara
daring.
Kegiatan SOLASI diikuti
oleh sebanyak 18 dari 27 pengurus dan diisi dengan acara ramah tamah antar
sesama pengurus kemudian diisi dengan kajian koperasi oleh Abdul Ganis selaku
staff Advokasi BPW V FKKMI DIY dan sesi diskusi yang membahas terkait masalah
dari masing-masing kopma di DIY.
Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh teman-teman pengurus yang
hadir secara daring namun adanya beberapa pengurus yang terkendala jaringan
sehingga tidak dapat mengikutinya secara tuntas.
Pandemi COVID-19 tidak
akan menghalangi kita untuk selalu berinteraksi kepada sesama manusia karena
manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan. Dengan adanya kecanggihan teknologi informasi
dan komunikasi saat ini sangat memudahkan semua orang untuk terus terhubung
kepada sesama.
FOCUS GROUP DISCUSSION BIDANG ADMINISTRASI KOPMA
Administrai menjadi hal yang penting dan tidak dapat disepelekan dalam sebuah organisasi. Pasalnya, administrasi dalam sebuah organisasi berisi dokumen-dokumen yang sangat penting seperti AD/ART, akta berdirinya organisasi, persuratan, proposal kegiatan, laporan pertanggungjawaban dan masih banyak lagi. Beberapa dokumen penting didapat dari lembaga pemerintahan yang bersifat darurat sehingga harus ada perlakuan khusus dari organisasi yang memegangnya.
Pada hari Sabtu tanggal
15 Agustus 2020 telah diadakan kegiatan Focus
Group Discussion bersama bidang administrasi kopma anggota BPW V FKKMI DIY
secara daring melalui Google Meet.
Kegiatan ini mendatangkan pemateri dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten
Sleman, Wulan Anggraeny S, S.Si. Dalam
pemaparan yang disampaikan oleh mbak Wulan yaitu adanya beberapa regulasi yang
memudahkan kegiatan kopma selama pandemi COVID-19 yakni sebagai berikut :
·
Diperbolehkan mengadakan RAT secara
daring atau menundanya sampai kondisi aman.
·
Kopma bisa melakukan investasi aset
·
Kopma yang ingin merubah usaha atau
menambah harus melakukan PAD ke Notaris
·
Dinas Koperasi dan UKM setempat memfasilitasi
Kopma untuk audiensi secara daring di masa pandemi
·
Kopma juga bisa melakukan kerja sama
yang memberikan koneksi antar Kopma yg belum lengkap divisi usahanya.
·
Arsip dan administrasi sebaiknya diberikan
loker khusus dan disimpan dengan baik.
·
Alur pembuatan Badan Hukum bisa diakses
secara daring dan juga bisa konsultasi ke pihak Dinas Koperasi dan UKM
setempat.
·
Sistem pembaruan NIP bisa melalui OSS
·
Pemungutan suara dan AD/ART bisa
dilakukan secara daring dengan tetap memperhatikan forum anggota yg hadir.
·
Usaha koperasi tetap ada lima dan tidak
ada namanya koperasi serba usaha.
Kegiatan Focus
Group Discussion bidang administrasi diikuti dengan rasa antusias oleh
pengurus bidang administrasi dari kopma anggota BPW V FKKMI DIY karena permasalahan
administrasi juga terjadi dikala pandemi COVID-19. Mengingat kopma memiliki hubungan yang erat
dengan Dinas Koperasi dan UKM setempat dan selalu berurusan secara administrasi
sehingga perlu adanya regulasi yang berbeda daripada regulasi yang biasanya.
KEGIATAN DONASI BAGI WARGA YOGYAKARTA TERDAMPAK COVID-19
COVID-19 menyebabkan roda perekonomian di seluruh dunia seketika mati. Salah satu negara yang terdampak adalah Indonesia yang menyebabkan beberapa industri mati karena tidak ada pemasukan dan menyebabkan mereka harus mengurangi sebagian pekerja untuk dirumahkan karena tidak sanggup memberikan upah dan bahkan orang-orang yang tak memiliki pekerjaan pun juga ikut terkena dampaknya sehingga mereka tidak dapat mencukupi kebutuhan mereka karena tidak ada pemasukan. Pada masa seperti ini, mereka sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah dan orang-orang yang mau memberikan bantuan kepada mereka.
Semenjak virus corona
mulai menjadi pandemi di Indonesia pada awal tahun 2020, telah cukup banyak
instansi yang memberikan bantuan kepada orang-orang yang terkena dampak
COVID-19 secara langsung guna mencukupi kebutuhan mereka. BPW V FKKMI melalui bidang Riset dan
Pengembangan bekerja sama dengan Himpunan Koperasi Mahasiswa Yogyakarta
mengadakan penggalangan dana untuk masyarakat Yogyakarta yang terkena dampak
pandemi COVID-19. Kegiatan penggalangan
dana ini dimulai pada tanggal 10 Juni sampai 10 Juli diawali dengan pengumpulan
dana dari masyarakat dan terkumpul dana sebanyak Rp1.508.100,00.
Pendistribusian
dilakukan oleh teman-teman dari kopma di Yogyakarta yang sedang tinggal di
Yogyakarta yang telah mengikuti open
recruitment relawan donasi. Proses
perekrutan relawan donasi dilakukan secara daring dimulai dari pendaftaran pada
tanggal 15 sampai 25 Juni 2020 kemudian dilakukan wawancara pada tanggal 27
sampai 29 Juni 2020 dan diumumkan pada tanggal 30 Juni 2020. Setelah semua relawan terkumpul kemudian
dilakukan survei ke tempat-tempat di Yogyakarta yang memungkinkan untuk distribusi
donasi oleh relawan yang tinggal di Yogyakarta dan sekitarnya. Setelah survei kemudian dilakukan seleksi
tempat dan telah ditentukan yakni berada di empat titik yaitu jalan Kaliurang,
jalan Gejayan, Jombor dan Kulon progo.
Mendekati hari pendistribusian relawan mempersiapkan segala keperluan
untuk distribusi donasi dan membelanjakan uang donasi ke dalam bentuk sembako,
40 masker dan 40 handsanitizer. Tepat ditanggal 12 Juli 2020 relawan
distribusi berkumpul di Rumah Anggota KOPMA UNY untuk dilakukan koordinasi dan
pemberangkatan relawan ke empat titik yang telah ditentukan sebelumnya.
Pandemi COVID-19 ini
menjadi ajang bagi semua orang di seluruh dunia untuk saling berbagi dan saling
menguatkan kepada sesama kita yang tengah membutuhkannya. menjadi sebuah harapan tersendiri untuk
kedepannya agar nilai-nilai seperti ini terus diamalkan sekalipun pandemi
COVID-19 yang melanda dunia ini telah reda.
NANTI KITA CERITA TENTANG KOPMA HARI INI #1 (NKCTKHI #1)
Pandemi Corona Virus Desease 19 (COVID 19) yang menyerang seluruh negara di dunia termasuk Indonesia telah merubah banyak hal salah satunya adalah kegiatan secara fisik diluar rumah. Peraturan pemerintah yang meminta seluruh warga nya untuk melakukan seluruh kegiatan dari rumah seperti bekerja, melaksanakan pendidikan formal dan juga kegiatan organisasi yakni koperasi mahasiswa (Kopma) yang merupakan organisasi mahasiswa di kampus juga merasakan dampak akibat pandemi yang menyebabkan kegiatan usaha dan kegiatan anggota yang sudah direncanakan selama satu periode terpaksa harus terhenti namun tidak lama karena beberapa ada yang mampu melaksanakan kegiatannya berbasis dalam jaringan (daring) baik itu kegiatan untuk anggota maupun kegiatan usaha.
Permasalahan yang
dihadapi oleh semua kopma di Indonesia terkhusus di Daerah Istimewa Yogyakarta
mengenai pengadaan kegiatan saat pandemi merupakan permasalahan yang cukup
serius. Pasalnya, eksistensi suatu
organisasi salah satunya dilihat dari seberapa aktif mereka mengadakan kegiatan.
Untuk itu, BPW V FKKMI
DIY mengadakan sebuah kegiatan forum bernama Nanti Kita Cerita Tentang Kopma
Hari Ini #1 (NKCTKHI #1) dengan mengusung tema “Revolusi
Generasi Millenial Demi Terwujudnya Pemimpin Berkualitas” yang dibawakan oleh
Lizaldi Chandra sebagai staff advokasi BPW V FKKMI DIY tahun 2020. Kegiatan
tersebut diadakan secara daring melalui teleconference
Zoom pada hari Sabtu tanggal 6 Juni 2020 pukul 08.30 WIB. Acara tersebut dihadiri ketua umum dan calon
ketua umum oleh semua kopma anggota BPW V FKKMI DIY.
Pada pemaparan yang
disampaikan, Lizaldi Chandra menjelaskan tentang diperlukannya transformasi
pemimpin dan bagaimana mengimplementasikannya serta upaya agar berjalan
produktif. Tak lupa tips bagaimana hal
tersebut dilakukan pada saat pandemi Covid-19.
Peserta yang hadir begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut terlihat
dari respon peserta memberikan pertanyaan kepada pemateri dan juga ada nya
diskusi yang dilakukan oleh peserta yang membahas tentang kegiatan usaha dan
Rapat Anggota Tahunan (RAT) dikala pandemi.
Pemimpin dalam suatu
organisasi sangat dibutuhkan karena dia menjadi sentral bagi para bawahannya dalam
menghadapi berbagai macam permasalahan yang ada didalam suatu organisasi agar
dapat bertahan.
FOCUS GROUP DISCUSSION BIDANG USAHA KOPMA
Suatu organisasi setiap saat selalu menghadapi berbagai macam masalah. Baik masalah dari dalam organisasi itu sendiri maupun masalah yang datang dari luar organisasi serta tingkatan masalah mulai dari yang ringan hingga yang sulit pada akhirnya dapat dilalui oleh sebuah organisasi agar bisa bertahan dan tetap eksis.
Sejak awal diumumkan
adanya pandemi COVID-19 di Indoneisa,
pemerintah mulai menganjurkan untuk melakukan segala aktivitas di rumah
termasuk salah satunya adalah bekerja atau sekolah dari rumah. Hal tersebut menyebabkan semua kampus di
Indonesia harus menerapkan sistem berbasis dalam jaringan (daring) dan
mengakibatkan kegiatan organisasi mahasiswa terhenti termasuk koperasi
mahasiswa (kopma) yang memiliki kegiatan rutin menjalankan usaha. Adanya hambatan tersebut mengakibatkan adanya
penurunan omset serta kerugian. Beberapa
kopma terpaksa tutup karena berada didalam wilayah kampus dan hanya memiliki
konsumen yakni masyarakat kampus itu sendiri.
Namun masih ada yang sanggup untuk terus melanjutkan kegiatan usahanya
karena telah memiliki jangkauan pasar yang luas.
Bidang Pelatihan dan
Pendidikan BPW V FKKMI DIY telah mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Bidang Usaha dengan tema “Strategi
Bisnis Melawan Krisis Pandemi COVID-19” yang diadakan sebagai wadah untuk
mempererat tali silaturahmi antara BPW V FKKMI DIY dengan kopma anggota serta
komunikasi sesama pengurus bidang usaha kopma di DIY yang membahas terkait
kegiatan usaha dikala pandemi COVID-19 masih bersemayam di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20 Mei
2020 pukul 09.30 WIB secara daring melalui Google
Meet dengan mendatangkan pemateri yakni Wahyu Tri Atmojo yang berprofesi
sebagai Konsultan di PLUT DIY dan CEO WahyuDSLR.
Dari paparan materi
yang disampaikan oleh mas Wahyu adalah pada intinya, saat ini kopma dan UKM
hanya memiliki dua pilihan yaitu menunggu sampai keadaan normal kembali atau
beralih ke usaha yang berbasis digital atau online. Semakin canggihnya teknologi komunikasi dan
informasi yang memudahkan segala urusan manusia termasuk kegiatan bisnis atau
usaha secara digital seharusnya dapat dimanfaatkan oleh teman-teman dari kopma
di DIY. Mungkin ada beberapa yang belum
siap untuk beralih ke usaha digital karena berbagai macam alasan namun apabila
tidak dipersiapkan dari sekarang, kapan lagi usaha kopma dapat berkembang dan
bisa terbiasa menjalankan usaha secara digital.
Pandemi COVID-19 mengajarkan semua manusia untuk bisa segera beradaptasi
agar dapat bertahan hidup.
Rabu, 15 April 2020
Upgrading BPW V FKKMI 2020
Audiensi ke Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



